Thursday, June 15, 2017

Bahaya yang Akan Terjadi Akibat Epilepsi atau Ayan

Bahaya yang Akan Terjadi Akibat Epilepsi atau Ayan - Penyakit epilepsi atau ayan berasal dari kata Yunani Kuno yang berarti menguasai, memiliki, atau menimpa merupakan kondisi seseorang yang terserang oleh sekelompok gangguan neurologis jangka panjang yang dapat menjadikan seseorang mengalami kejang secara berulang. Kondisi ini terjadi tanpa ada sebab yang mendasarinyya secara langsung, namun jika ada penyebab khusus itu tidak dianggap sebagai epilepsi.



Yang lebih parah lagi, ternyata epilepsi ini tidak bisa disembuhkan, tetapi hanya serangan-serangan yang bisa dikontrol dengan pengobatan pada sekitar 70% kasus. Sekitar 1% penduduk dunia menderita epilepsi dan hampir 80% hal ini terjadi di negara-negara berkembang yang paling sering muncul di kalangan anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa muda. Dan di banyak berbagai wilayah di dunia, penderita epilepsi dibatasi dalam mengemudi atau tidak diperbolehkan sama sekali.

Apa saja yang menjadi penyebab terjadinya epilepsi pada seseorang?

Berdasarkan penyebabnya epilepsi dibagi menjadi 2 yaitu:
  1. Epilepsi idiopatik (epilepsi primer). Epilepsi yang penyebabnya tidak diketahui, namun diduga disebabkan oleh faktor genetik (keturunan).
  2. Epilepsi simptomatik (epilepsi sekunder). Epilepsi yang penyebabnya bisa diketahui. Seperti akibat terjadi luka berat di kepala, tumor otak, dan stroke.
Apa gejala yang sering dirasakan oleh para penderita epilepsi?

Gejala utama dari Epilepsi adalah mengalami kejang berulang yang dapat berupa kejang setempat (fokal) otak yang mengalami gangguan sebagian saja atau kejang pada seluruh tubuh. Kejang pada seluruh tubuh dapat menimbulkan gejala seperti:
  • Mata yang terbuka saat terjadi kejang.
  • Tubuh menjadi kaku selama beberapa detik.
  • Otot-otot tubuh tiba-tiba menjadi rileks dan membuat penderita jatuh.
  • Mengeluarkan suara atau berteriak saat terjadi kejang.
  • Buang air kecil ditempat kejadian.
  • Kesulitan dalam bernafas.
  • Tidak sadarkan diri.
Pengobatan apa saja yang dapat dilakukan untuk menangani Epilepsi?
  • Terapi dengan menggunakan obat antiepilepsi (OAE). Namun penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping diantaranya seperti kenaikan berat badan, pusing, ruam pada kulit badan terasa lelah dan daya ingat berkurang. Jika anda mengalami migrain atau depresi sehingga menambah keinginan anda untuk bunuh diri setelah mengkonsumsi OAE maka segera beri tahu dokter.
  • Pengobatan selanjutnya yaitu dengan melakukan bedah otak yang dilakukan untuk mengangkat bagian otak yang menghasilkan kejang.
  • Diet Ketogenik, yaitu diet yang tinggi akan lemak tetapi rendah karbohidrat dan protein.
Apa ada komplikas yang dapat terjadi karena epilepsi?
  • Kejang-kejang pada epilepsi akan menyebabkan penderita terjatuh, tenggelam bila terjadi di air, atau mengalami kecelakaan saat berkendara akibat kejang.
  • Terjadi masalah pada kesehatan mental.
  • Depresi yang akan mengakibatkan penderita bunuh diri.
  • Kejang limat menit atau lebih (status epileptikus).
Sekian artikel yang dapat kami sampaikan, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Dan informasi yang kami berikan ini bukanlah nasihat medis. Ini hanyalah sekedar informasi untuk anda mengenai EPILEPSI. Selalu periksa dan berkonsultasi ke pihak medis yah. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment