Friday, June 16, 2017

Hipotensi-Gejala, Penyebab serta Perawatannya

Hipotensi-Gejala, Penyebab serta Perawatannya | Berbicara mengenai penyakit yang berhubungan dengan darah. Ternyata ada penyakit yang dinamakan dengan Hipotensi. Hipotensi atau tekanan darah rendah merupakan suatu keadaan seseorang yang mengalami tekanan darah dalam arterinya lebih rendah dari tekanan normalnya.



Tekanan darah rendah ini ditandai dengan tekanan darah rendah sistolik (angka atas) <90 mmHg atau tekanan diastolik (angka bawah) <60 mmHg. Kondisi ini akan mengakibatkan kepala terasa ringan dan pusing, tubuh pun akan terasa tidak stabil bahkan dapat kehilangan kesadaran.

GEJALA HIPOTENSI
  • Merasa pusing.
  • Badan terasa lemas.
  • Jantung berdebar secara tidak teratur.
  • Pandangan menjadi buram.
  • Pingsan.
  • Dehidrasi.
  • Sering menguap.
  • Keringat dingin.
  • Cepat lelah serta tak bertenaga.
  • Wajah pucat.
  • Nafas pendek dan cepat.
PENYEBAB HIPOTENSI

Ada beberapa kondisi yang dapat mengakibatkan seseorang terkena Hipotensi yaitu sebagai berikut:
  • Hipotensi ortostatik. Hal ini akan terjadi pada saat anda berubah posisi secara tiba-tiba. Dimana kejadian ini akan menyebabkan sejumlah darah terkumpul di dalam pembuluh vena tungkai dan tubuh bagian bawah yang dapat menyebabkan berkurangnya darah yang kembali ke jantung dan darah yang di pompa oleh jantung yang dapat mengakibatkan darah rendah.
  • Neurally mediated hypotension, seseorang yang terlalu lama berdiri sehingga mengakibatkan darah terkumpul dibagian bawah tubuh.
  • Ketidakseimbangan hormon.
  • Anemia.
  • Dehidrasi.
  • Wanita yang sedang hamil.
  • Memiliki penyakit jantung.
  • Penyakit saraf.
  • Terjadi pendarahan hebat.
  • Infeksi pada darah.
  • Kondisi alergi yang parah.
  • Efek samping obat seperti, obat anti depresi, dan antihipertensi contohnya alpha-blocker dan beta-blocker yang dapat menimbulkan efek samping penurunan tekanan darah.
PERAWATAN PENDERITA HIPOTENSI
  • Minum air putih dalam jumlah yang cukup.
  • Meminum kopi sesekali.
  • Jangan mengonsumsi minuman berkafein di malam hari.
  • Kurangi minuman yang beralkohol dan mengandung soda.
  • Megonsumsi makanan dengan porsi kecil.
  • Meningkatkan asupan garam.
  • Hindari berdiri dalam jangka waktu yang lama.
  • Mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan tekanan darah.
Sekian artikel yang dapat kami sampaikan mengenai Hipotensi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan dapat diterima dengan sebagaimana mestinya. Terima kasih atas kunjungan anda dan Salam Sehat!

Thursday, June 15, 2017

Efek Samping dari Penggunaan Kawat Gigi

Efek Samping dari Penggunaan Kawat Gigi | Berbicara mengenai fashion. Pada zaman sekarang hal tersebut sudah banyak kemajuan di bidang tersebut. Dari mulai penggunaan lensa kontak sampai penggunaan kawat gigi atau behel.


Kawat gigi awalnya digunakan hanya untuk merapikan gigi serta meratakan gigi yang tidak beraturan saja. Namun, hal itu sekarang sudah berubah. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDIGI) beliau menjelaskan bahwa penggunaan kawat gigi ternyata memiliki efek samping yang akan terjadi. Efek samping ini akan terjadi jika pemasangannya dilakukan oleh orang yang tidak berkompeten di bidangnya. Berikut adalah efek samping akibat pemasangan kawat gigi yang harus anda waspadai.
  • Alergi
Kenapa penggunaan kawat gigi bisa menimbulkan alergi? Bahan logam yang terdapat dalam penggunaan behel mengandung logam seperti tembaga dan nikel. Dimana diperkirakan 30% pasien ortodontik memiliki alergi terhadap logam yang nantinya dapat menimbulkan rasa sakit meskipun pasien tersebut awalnya tidak memiliki alergi sama sekali.
  • Terdapat karang gigi
Dari namanya saja sudah jijik. Karang gigi akan terbentuk pada saat seseorang yang memakai behel mengkonsumsi makanan tertentu dan sisa-sisa makanan akan menempel pada area disekitar kurung logam dan kawat yang sulit untuk dibersihkan.
  • Mengalami gangguan pencernaan
Hal ini dikarenakan penggunaan kualitas logam behel yang rendah atau terbuat dari material yang berbahaya. Jika material berbahaya tersebut telah masuk ke dalam sistem pencernaan kita, maka kita akan mengalami gangguan sistem pencernaan.
  • Terkena penyakit PMS (penyakit menular seksual)
Hal ini dapat terjadi karena kawat logam yang terpasang pada gigi anda mengalami benturan yang akan menimbulkan luka kecil pada bibir serta bagian dalam pada pipi. Pada saat luka sudah terjadi di mulut anda, sewaktu anda mengunyah atau melakukan aktivitas yang melibatkan mulut penyakit HIV dan hepatitis akan masuk melalui luka tersebut.
  • Jadi tempat bersarang kuman dan bakteri
Apabila penggunaan behel yang terlalu lama, serta anda tidak menjaga kebersihan mulut anda dengan baik dan teliti maka kemungkinan besar akan menimbulkan kerusakan pada gigi anda.

Sekian artikel yang dapat kami sampaikan. Semoga hal ini menjadi ilmu dan anda juga dapat berantisipasi dalam penggunaan kawat gigi. Terima kasih atas kunjungan anda dan Salam Sehat!

Bahaya yang Akan Terjadi Akibat Epilepsi atau Ayan

Bahaya yang Akan Terjadi Akibat Epilepsi atau Ayan - Penyakit epilepsi atau ayan berasal dari kata Yunani Kuno yang berarti menguasai, memiliki, atau menimpa merupakan kondisi seseorang yang terserang oleh sekelompok gangguan neurologis jangka panjang yang dapat menjadikan seseorang mengalami kejang secara berulang. Kondisi ini terjadi tanpa ada sebab yang mendasarinyya secara langsung, namun jika ada penyebab khusus itu tidak dianggap sebagai epilepsi.



Yang lebih parah lagi, ternyata epilepsi ini tidak bisa disembuhkan, tetapi hanya serangan-serangan yang bisa dikontrol dengan pengobatan pada sekitar 70% kasus. Sekitar 1% penduduk dunia menderita epilepsi dan hampir 80% hal ini terjadi di negara-negara berkembang yang paling sering muncul di kalangan anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa muda. Dan di banyak berbagai wilayah di dunia, penderita epilepsi dibatasi dalam mengemudi atau tidak diperbolehkan sama sekali.

Apa saja yang menjadi penyebab terjadinya epilepsi pada seseorang?

Berdasarkan penyebabnya epilepsi dibagi menjadi 2 yaitu:
  1. Epilepsi idiopatik (epilepsi primer). Epilepsi yang penyebabnya tidak diketahui, namun diduga disebabkan oleh faktor genetik (keturunan).
  2. Epilepsi simptomatik (epilepsi sekunder). Epilepsi yang penyebabnya bisa diketahui. Seperti akibat terjadi luka berat di kepala, tumor otak, dan stroke.
Apa gejala yang sering dirasakan oleh para penderita epilepsi?

Gejala utama dari Epilepsi adalah mengalami kejang berulang yang dapat berupa kejang setempat (fokal) otak yang mengalami gangguan sebagian saja atau kejang pada seluruh tubuh. Kejang pada seluruh tubuh dapat menimbulkan gejala seperti:
  • Mata yang terbuka saat terjadi kejang.
  • Tubuh menjadi kaku selama beberapa detik.
  • Otot-otot tubuh tiba-tiba menjadi rileks dan membuat penderita jatuh.
  • Mengeluarkan suara atau berteriak saat terjadi kejang.
  • Buang air kecil ditempat kejadian.
  • Kesulitan dalam bernafas.
  • Tidak sadarkan diri.
Pengobatan apa saja yang dapat dilakukan untuk menangani Epilepsi?
  • Terapi dengan menggunakan obat antiepilepsi (OAE). Namun penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping diantaranya seperti kenaikan berat badan, pusing, ruam pada kulit badan terasa lelah dan daya ingat berkurang. Jika anda mengalami migrain atau depresi sehingga menambah keinginan anda untuk bunuh diri setelah mengkonsumsi OAE maka segera beri tahu dokter.
  • Pengobatan selanjutnya yaitu dengan melakukan bedah otak yang dilakukan untuk mengangkat bagian otak yang menghasilkan kejang.
  • Diet Ketogenik, yaitu diet yang tinggi akan lemak tetapi rendah karbohidrat dan protein.
Apa ada komplikas yang dapat terjadi karena epilepsi?
  • Kejang-kejang pada epilepsi akan menyebabkan penderita terjatuh, tenggelam bila terjadi di air, atau mengalami kecelakaan saat berkendara akibat kejang.
  • Terjadi masalah pada kesehatan mental.
  • Depresi yang akan mengakibatkan penderita bunuh diri.
  • Kejang limat menit atau lebih (status epileptikus).
Sekian artikel yang dapat kami sampaikan, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Dan informasi yang kami berikan ini bukanlah nasihat medis. Ini hanyalah sekedar informasi untuk anda mengenai EPILEPSI. Selalu periksa dan berkonsultasi ke pihak medis yah. Terima kasih.